Selasa, 23 Desember 2008

TUHANKU BUKAN TUHANMU

Dewasa ini sudah tidak asing lagi di telinga kita adanya seseorang yang mengklaim dirinya sebagai utusan Tuhan, sebagai penyebar risalah Tuhan, Tragisnya lagi sampai ada yang mengklaim dirinya sebagai malaikat. Di media - media telah banyak kita saksikan adanya perdebatan yang berujung anarkis hanya karena mempertahankan suatu keyakinan. Jelas saja orang - orang yang bermodalkan keyakinan pas - pas-an yang menjadi korban. Bingung harus mengikuti yang mana. Dari sini saja sudah jelas kalau keyakinan yang demikian sungguh tidak memberikan kemaslahatan bagi manusia. Yang ada hanya menumbuhkan benih - benih permusuhan. Bukankah Nabi Muhammad di utus Tuhan hanyalah untuk memberikan kemaslahatan bagi sekalian umat. Kenapa masih merasa bingung harus mengikuti yang mana dalam hal keyakinan. Nabi Muhammad Membawa Islam hanya untuk menyempurnakan agama sebelumnya. Sudah jelas dalam Al Qur'an kalau Nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Kenapa harus susah - susah mencari keyakinan yang baru. Selama suatu keyakinan itu membawa kemaslahatan bagi manusia, bisa menjaga kedamaian dunia, bisa saling menghargai, sah - sah saja kita memiliki keyakinan yang berbeda. Namun masalahnya Semakin banyaknya keyakinan baru yang bermunculan, semakin tidak karuan saja ketentraman manusia. Saya lebih setuju kalau kita berikat predikat Dajjal bagi mereka yang dengan penuh keyakinan mengklaim dirinya pembawa risalah Tuhan. akan tetapi, kalau ternyata kehadirannya di muka bumi beserta keyakinannya bisa membuat damai dunia, sayalah yang pertama kali akan mengikuti jejaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar