Selasa, 13 Januari 2009
Selasa, 23 Desember 2008
हकीकत हिदुप (hakekathidup)
Pernah gak kita luangkan waktu sejenak untuk sekedar berfikir, apa sich gunanya kita hidup di dunia?untuk apa kita ada di dunia ini?apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup ini?apa hanya sekedar cari makan, berangkat pagi pulang sore bahkan sampai malam. bahkan nyaris semua tenaga dan waktu serta pikiran kita fokuskan hanya untuk yang namanya pekerjaan. maaf ya, kalau kita hanya makan & mengedepankan kepentingan perut saja serta kesenangan duniawi belaka, menurut pribadi saya tak ubahnya kita seperti isi perut itu sendiri.ha.ha..!!eits..??jangan marah dulu, bukan maksud saya menyinggung hati siapapun. ini cuma wujud kegelisahan saya dalam memaknai hidup serta mencari tujuan hidup yang sebenarnya. saya yakin setelah hidup di dunia, bakal ada kehidupan lagi di akhirat. kalau hidup kita di habiskan hanya untuk makan & bersenang - senang saja, apa yang akan kita bawa sebagai bekal menuju kehidupan yang insyallah akan abadi di akhirat sana. sungguh sangat rugi orang - orang yang demikian itu. lantas, apa sich yang sebenarnya harus kita cari & lakukan dalam hidup ini?Firman Allah dalam Al Qur'an"Dan tidak AKU ciptakan Jin dan Manusia kecuali menyembah kepadaKU."jelas sekali kalau kita percaya adanya tuhan dan kebenaran Al Qur'an, kita akan yakin bahwa hidup hanya untuk menyembah Tuhan yang dalam hal ini ALLAH semata. Nah, di sini muncul lagi kebingungan saya. kalau kita cuma menyembah Tuhan, kenapa Tuhan menganugerahkan Nafsu keduniaan kepada manusia??
TUHANKU BUKAN TUHANMU
Dewasa ini sudah tidak asing lagi di telinga kita adanya seseorang yang mengklaim dirinya sebagai utusan Tuhan, sebagai penyebar risalah Tuhan, Tragisnya lagi sampai ada yang mengklaim dirinya sebagai malaikat. Di media - media telah banyak kita saksikan adanya perdebatan yang berujung anarkis hanya karena mempertahankan suatu keyakinan. Jelas saja orang - orang yang bermodalkan keyakinan pas - pas-an yang menjadi korban. Bingung harus mengikuti yang mana. Dari sini saja sudah jelas kalau keyakinan yang demikian sungguh tidak memberikan kemaslahatan bagi manusia. Yang ada hanya menumbuhkan benih - benih permusuhan. Bukankah Nabi Muhammad di utus Tuhan hanyalah untuk memberikan kemaslahatan bagi sekalian umat. Kenapa masih merasa bingung harus mengikuti yang mana dalam hal keyakinan. Nabi Muhammad Membawa Islam hanya untuk menyempurnakan agama sebelumnya. Sudah jelas dalam Al Qur'an kalau Nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Kenapa harus susah - susah mencari keyakinan yang baru. Selama suatu keyakinan itu membawa kemaslahatan bagi manusia, bisa menjaga kedamaian dunia, bisa saling menghargai, sah - sah saja kita memiliki keyakinan yang berbeda. Namun masalahnya Semakin banyaknya keyakinan baru yang bermunculan, semakin tidak karuan saja ketentraman manusia. Saya lebih setuju kalau kita berikat predikat Dajjal bagi mereka yang dengan penuh keyakinan mengklaim dirinya pembawa risalah Tuhan. akan tetapi, kalau ternyata kehadirannya di muka bumi beserta keyakinannya bisa membuat damai dunia, sayalah yang pertama kali akan mengikuti jejaknya.
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)